Penyebab Kerusakan Bearing Pada Motor dan Mobil

Umur bearing dipengaruhi oleh kualitas dan perlakuan terhadap bearing, yaitu pemasangan, pelumas (gemuk), kondisi jalan berlubang, geram kotoran atau air, dan beban berlebih. Berikut adalah beberapa penyebab bearing rusak. Baik itu bearing motor, maupun bearing mobil:

  1. Pemasangan yang Salah

Pemasangan yang salah bisa menyebabkan bearing cepat rusak, misalnya pukulan yang tidak rata (seirama) pada cincin luar dan dalam, mengakibatkan clearence bearing tidak rata lagi. Pendapat ini diperkuat oleh Hadi, wiraniaga pabrikan bearing SKF karena pukulan yang tidak seirama membuat bola-bola bearing (gotri), yang mestinya menggeinding ideal (lancar), rusak lantaran gesekan tidak seirama. Sehingga ini bisa menjadi penyebab bearing rusak yang fatal.

  1. Kurangnya Pelumas

Pelumas dibutuhkan demi melancarkan pergerakan bearing dan meredam panas yang muncul dari gesekan antara biji-biji bearing (gotri) dan dinding bagian dalam bearing. Pilih pelumas (gemuk) yang berkualitas. Khusus untuk bearing yang ada dalam mesin, anda harus lebih teliti saat mengganti oli. Seperti mesin yang pada hakikatnya harus benar-benar bersih untuk menghindari geram pada sisa oli karena geram bisa memperpendek waktu pakai (life time) bearing.

  1. Beban Awal Berlebih

Hati-hati saat hendak membeli bearing baru. Pastikan ukuran yang tertera di cincin bearing tepat. Jika bearing salah ukurannya dan tetap dipaksakan pemasangannya, hal itu akan menimbulkan beban awal berlebih yang bisa merusak bearing dan dudukan bearing dan dudukan bearing.

  1. Jalan Berlubang

Bearing juga akan mudah rusak jalanan yang dilalui tidak rata atau banyak berlubang. Hal ini terjadi karena beban yang diterima roda dengan pusatnya di bearing berganti-ganti secara mendadak. Oleh sebab itu, untuk meminimalkan bearing rusak, sebisa mungkin menghindari beban kejutan dengan memilih jalanan yang rata.

  1. Geram Kotoran atau Air

Khususnya bearing yang berada di luar mesin, agar bearing tidak cepat dihinggapi debu, kotoran, geram, dan air, pilihlah bearing yang memiliki tutup pelat besi atau karet. Bearing yang memiliki seal dipasang dengan seal menghadap luar untuk melindunginya dari debu atau air.

  1. Beban Berlebih

Apabila beban putar berlebih, dalam pengertian bahwa bobot yang harus ditopang oleh bearing tidak sesuai dengan kekuatan bearing, wajar apabila bantalan gelinding menjadi cepat rusak. Apalagi untuk bearing motor, usahakan untuk tidak terlalu banyak beban.

 

Catatan:

Untuk mendeteksi roda oleng, fokuskan pada tiga hal: bearing roda, as roda, dan rumah bearing teromol. Dan yang  paling vital diantaranya adalah bearig roda yang sudah aus. Apabila tidak segera diganti, as roda sebagai dudukan bearing akan ikut terkikis yang menimbulkan beban pada bearing dan as roda.

Namun anda tidak perlu khawatir jika anda menggunakan bearing berkualitas dari industri terpercaya. Untuk itu bagi anda yang saat ini membutuhkan bearing/laher berkualitas maka Logam Makmur bearing merupakan pilihan yang paling tepat bagi anda. Terdapat banyak pilihan jenis bearing, dan produk pilihan bearing. Untuk info lebih lengkapnya, anda dapat menghubungi kami melalui email di sales@logam-makmur.com atau chat langsung ke nomor whatsapp (0819-0538-3841).

 

ALAMAT
Jl. Taman Sari VIII No.63 A, RT.10/RW.1,
Kota Tua, Taman Sari, Tamansari,
Kota Jakarta Barat,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11150
JAM BUKA

WEEKDAY08.00am – 04.00pm
SATURDAY08.00am – 02.00pm
SUNDAYClosed

Copyright 2018 LOGAM MAKMUR